9/17/2012

Apakah Tuhan berdebat?

Friday. September 14th, 2012. 18:30.

Dalam KBBI, debat memiliki arti pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing masing. Sedangkan perdebatan memiliki arti soal yang diperdebatkan, atau perbantahan.
Mengacu pada arti kedua dari kata perdebatan –perbantahan-, aku melihat sebuah pertentangan. Seperti, ketika 2 orang, A dan B, melihat sebuah bayangan, si A akan berpendapat bahwa bayangan itu adalah bayangan manusia, sedangkan si B akan berpendapat bahwa bayangan itu bayangan hewan berkaki dua. Kemudian, karena perbedaan ini, mereka berdua akan melakukan perdebatan, dengan mengungkapkan alasan-alasan yang mendukung pendapat mereka.

Walaupun berbeda-beda, konsep Tuhan disetiap agama memiliki satu kemiripan; konsep dari Divine Power, Omniscient, Dzat Maha Segala, pencipta dari segala yang ada di alam semesta. Sang Kebenaran Mutlak bagi saya sendiri untuk menyebutNya.
Mengacu pada konsep-konsep yang ada ini, tentunya melakukan perdebatan dengan Tuhan sama saja dengan meragukanNya. Karena Tuhan adalah pencipta dan Maha Segalanya, maka menurutku aman jika kukatakan kalau setiap kata yang keluar darinya adalah Kebenaran, bukannya pendapat. Dan Kebenaran tidak bisa diganggu gugat, jua Kebenaran tidak perlu dipertahankan, karena sifatnya yang tidak bisa diganggu gugat itu.

Mari mengambil contoh diatas.
Anggap, Tuhan dan manusia A melihat sebuah bayangan berkaki dua. A akan berpendapat bahwa bayangan itu adalah manusia. Akan tetapi, jika Tuhan mengatakan kalau bayangan itu adalah, misalnya, ayam, maka pendapat manusia itu hangus. Manusia A tidak boleh mengungkapkan alasan yang bisa membenarkan pendapatnya, karena itu berarti melawan Kebenaran, yang menurutku sama saja dengan Dusta.
Lain halnya jika si A bertanya, “apa yang membuat Tuhan berkata bahwa bayangan berkaki dua itu adalah bayangan ayam?”
Jadi, apakah Tuhan berdebat?
Menurutku -seperti juga menurut sebagian besar orang yang memiliki waktu untuk memikirkan ini- tidak. Perdebatan dengan Tuhan adalah buang-buang waktu, karena Kebenaran adalah milikNya. Dia tidak berpendapat. Manusialah yang berpendapat. Tuhan tidak.

No comments: