Dalam KBBI, debat memiliki arti pembahasan dan pertukaran
pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan
pendapat masing masing. Sedangkan perdebatan memiliki arti soal yang
diperdebatkan, atau perbantahan.
Mengacu pada arti kedua dari kata perdebatan –perbantahan-,
aku melihat sebuah pertentangan. Seperti, ketika 2 orang, A dan B, melihat
sebuah bayangan, si A akan berpendapat bahwa bayangan itu adalah bayangan manusia,
sedangkan si B akan berpendapat bahwa bayangan itu bayangan hewan berkaki dua.
Kemudian, karena perbedaan ini, mereka berdua akan melakukan perdebatan, dengan
mengungkapkan alasan-alasan yang mendukung pendapat mereka.
Walaupun berbeda-beda, konsep Tuhan disetiap agama memiliki
satu kemiripan; konsep dari Divine Power, Omniscient, Dzat Maha Segala,
pencipta dari segala yang ada di alam semesta. Sang Kebenaran Mutlak bagi saya
sendiri untuk menyebutNya.
Mengacu pada konsep-konsep yang ada ini, tentunya melakukan
perdebatan dengan Tuhan sama saja dengan meragukanNya. Karena Tuhan adalah
pencipta dan Maha Segalanya, maka menurutku aman jika kukatakan kalau setiap
kata yang keluar darinya adalah Kebenaran, bukannya pendapat. Dan Kebenaran
tidak bisa diganggu gugat, jua Kebenaran tidak perlu dipertahankan, karena
sifatnya yang tidak bisa diganggu gugat itu.
Mari mengambil contoh diatas.
Anggap, Tuhan dan manusia A melihat sebuah bayangan berkaki
dua. A akan berpendapat bahwa bayangan itu adalah manusia. Akan tetapi, jika
Tuhan mengatakan kalau bayangan itu adalah, misalnya, ayam, maka pendapat
manusia itu hangus. Manusia A tidak boleh mengungkapkan alasan yang bisa
membenarkan pendapatnya, karena itu berarti melawan Kebenaran, yang menurutku
sama saja dengan Dusta.
Lain halnya jika si A bertanya, “apa yang membuat Tuhan
berkata bahwa bayangan berkaki dua itu adalah bayangan ayam?”
Jadi, apakah Tuhan berdebat?
Menurutku -seperti juga menurut sebagian besar orang yang
memiliki waktu untuk memikirkan ini- tidak. Perdebatan dengan Tuhan adalah
buang-buang waktu, karena Kebenaran adalah milikNya. Dia tidak berpendapat.
Manusialah yang berpendapat. Tuhan tidak.
No comments:
Post a Comment