October 28th 2010. 9:16pm.
Diatas palang jembatan itu, aku duduk, menggoyang-goyangkan kakiku sambil menikmati sekaleng soda. Aku melihat jauh kearah laut, yang sedang menampilkan sunset yang selalu lebih indah dari wajah tercantik seorang model.
Sejak kejadian itu, aku merasa tidak pantas lagi hidup. 'Ortu udah ngebiayain susah-susah, aku malah ngecewain mereka. Anak apaan tuh?' Pikirku, sambil menengguk soda disampingku.
Tiba2, aku mendengar suara langkah kaki. Kupalingkan perhatianku kekiri, ternyata hanya seorang kakek, dengan bajunya yang compang camping, tambalan disana sini, celana yang sudah terlalu pendek dan tongkat yang menyangga tubuhnya dari jatuh setiap kali dia berjalan. 'Apa aku tua bakal gitu ya?' pikirku lagi dalam hati. Aku alihkan perhatianku, kembali berfokus ke sunset didepanku. 'Apa lebih baik aku loncat aja ya?' kataku pelan, mengingat bahwa tujuanku ke jembatan ini hanya satu.
"Ngapain, cu?" kata kakek itu, sambil duduk di kursi kecil yang dia bawa.
Aku langsung berpaling kearah kakek itu, dan melihatnya memfokuskan perhatiannya ke sunset itu. 'Lagi nongkrong aja, kek.' kataku, memalingkan kepalaku ke sunset itu lagi. Aku sempat bingung mau membalas apa, dan tentunya, aku tidak mau dia tau tentang kejadian yang menimpaku.
"Kok di jembatan ini? Banyak lho, cu, yang bunuh diri disini."
"Yah, Gak tau juga kek..." balasku sembarangan, memikirkan nasibku kedepan, dan bagaimana reaksi keluargaku saat aku tak ada.
"Kakek harap kamu gak kayak orang - orang itu, cu..." Aku tertegun, dan menengok kearah kakek itu. "Hidupmu masih panjang, cu. Yang bunuh diri disini kebanyakan pelajar, dan dari yang saya lihat, mereka selalu khawatir, dan malu untuk pulang ke rumah." lanjut kakek itu. Kok sepertinya aku ngerasa aneh ya?, pikirku. "Dulu, Kakek juga seperti mereka, tidak lulus dalam ujian, dan juga memutuskan untuk pergi kesini, berharap bahwa dengan loncat kebawah sana, permasalahan kakek akan selesai."
"Terus, kek? Kakek loncat?"
"Yah, Begitulah. Tapi untungnya, kakek diselamatkan sama orang - orang yang dulu bermukim dibawah jembatan ini. Setelah itu, kakek dibawa kerumah sakit dalam keadaan sekarat. Di saat itu, di rumah sakit itu, barulah kakek sadar, betapa bodohnya kakek..."
"Kok gitu, kek?"
"Keluarga kakek... teman2 kakek... semua menangisi kakek. Mereka semua benar-benar tidak menyangka kakek akan melakukan itu." aku tertegun untuk kedua kalinya, dan keyakinanku utk melompat dari jembatan itu langsung goyah, mengingat semua org terdekatku. Lia... Mama...
Aku mengusap mukaku, menghapus setitik air mata yg keluar dari sudut mataku dan menguatkan diri sendiri. Aku menatap sunset itu dalam - dalam, dan berpikir, 'Aku gak boleh kayak gini... Ini berarti aku lari dari kenyataan. Ya Tuhan, maafkan hambamu...'
"Jadi, cu, kalo kamu mau melakukan apapun, pikirkan konsekuensi setelahnya, ya?" suara kakek itu melemah ditelinga kiriku.
Aku pun berkata, "Terima kasih ya..." dan ketika aku berpaling, kakek itu, tongkat itu, dan kursi itu... Hilang entah kemana. Aku celingak celinguk, melihat sekitarku, dan yang kulihat hanya motorku yang kuparkir beberapa meter didekatku, dan beberapa mobil yang lewat.
Aku sempat merinding, dan ketika sadar akan sesuatu, aku langsung tersenyum, sambil turun dari pinggir jembatan itu. Aku berdiri di pinggir trotoar itu, di atas jembatan yang sudah merenggut banyak nyawa, sambil melihat ke arah langit di atasku, dan berkata, 'Anda memang suka ikut campur, ya?' sambil tetap tersenyum. Aku berjalan pelan munuju motorku, dengan senyum di wajah, tanpa kuketahui kapan senyum ini akan hilang. Saat ini, hanya ada satu niat di kepalaku sekarang, dan itu adalah meminta maaf, ke ortuku, dan menceritakan semuanya ke mereka.
+++++
Cerita ini adalah salah satu shortie pertama yang menurutku bener2 dapat pesan moralnya, trus dialog, action sama deskripsinya seimbang. and this has been my guide ever since.
Personally, this story is good.
but, you know, it's you to judge, right? cause a writer's job is to be the 'suspect'. it's up to the 'judges' -whom are you readers- to decide whether we're 'guilty' of bad story or not. (:
No comments:
Post a Comment