12/20/2011

Maafkan Aku, Sayang...

March 22nd, 2011. 4:03 PM.

Ingin kuucap maaf, dibawah rembulan ini.
Jarakku denganmu, hanya sepanjang kaki.
Tatapan matamu, terasa lebih dekat.
Benarkah engkau menatap mataku
atau rembulan di belakangku?

Kau beranjak dari kursi itu.
Berdiri di sampingku
yang sedang duduk tenang, di pagar balkonimu.

Tiba - tiba
suara tangismu memecah keheningan.
Kau terduduk di balkoni itu.
Tanganmu masih menggenggam pagarnya.
Sejadi - jadinya kau menangis
seakan tidak ada yang mendengar.

Ingin kugenggam tangan itu.
Ingin kurangkul bahu itu.
Ingin kuhapus air mata itu.

Akan tetapi
batasan itu tidak bisa dilewati.
Dunia kita sudah berbeda.
Dia tidak mungkin mengizinkan.

Kemudian
kau teriakkan namaku.
Memanggilku
yang sudah 1 bulan meninggalkanmu,
untuk selamanya.
Kuingin, suatu saat nanti, kau sadar.
Meskipun aku telah tiada
ketahuilah
aku akan selalu mengawasimu.

Kumohon
bahagialah untukku
tersenyumlah untukku
cintailah dia
dengan tulus
untukku...

Kutengadahkan kepala
kutatap langit
mengenang segala tentang kita
seiring air mataku mengalir.

Maafkan aku...
Sayang...

No comments: