2:12. July 16th, 2012. Monday.
Tau gak, perasaan itu?
Perasaan, pas kamu seharusnya melakukan sesuatu yang sedang teriak-teriak di dalammu, tapi tetep aja, seperti ada penyumbat super besar yang menghalangi lubang di antara otak dan jarimu. Dan teriakan itu semakin membesar seiring dengan detik-detik yang menguap bersama cuaca hujan diluar. Kamu udah nyoba, nyumbat kedua kupingmu dengan headset yang juga meneriakkan lagu dengan full volume, yang mungkin berkisar antar 80-100 desibel (I don’t have a desibel measurement device of some sort in my head or ears so i’m just ‘shooting shits’). Tapi tetep juga, teriakan itu menggerogoti isimu seperti ikan-ikan di film Piranha 3D itu. Bagi yang sudah nonton, pasti tau maksudku. Bagi yang belum, bayangkan saja rayap.
Sebesar dan berwujud ikan.
Dalam jumlah lebih dari 100an.
Menggerogoti satu manusia.
Ya. Separah itu.
Tapi, mereka menggerogotinya dengan pelan-pelan, mungkin dengan maksud agar kamu bisa merasakan setiap (S. E. T. I. A. P.) gigitan mereka yang mendarat.
Bahkan aku mulai muak dengan ini.
Seberapa muak, kamu tanya?
Well, imagine a person, spending 79 of his 80 years of life listening to the rambling of a woman that has no point whatsoever, loud, cempreng, annoying, and you both are tied to a chair, being put facing each other, with your eyes and mouth sewn together, leaving the only 4 holes of your face open; on the nose, and on the ears.
Yes. THAT memuakkan!
No comments:
Post a Comment