7/26/2012

REVIEW BUKU: PERGULATAN IMAN


22:33. July 25th, 2012. Wednesday.

Pergulatan Iman.



Buku itu pertama kali menambatkan jangkarnya saat saya melihat sebuah tweet. Saya lupa itu tweet dari siapa, karena opera mini saya terupdate dan saat dicek saved pagesnya, tweet itu tidak ada. -...-
Cukup susah untuk mendapatkan buku ini, karena di toko buku seperti Gramedia dan Karisma, buku ini tidak bisa saya temukan. Terdorong karena rasa penasaran yang besar pada buku ini saat itu, saya pun beralih ke twitter. Saya me-mention dua akun saat itu, yaitu @klubbuku dan @jualbukusastra. Yang duluan membalas adalah @klubbuku, dan admin akun ini menyarankan saya untuk head-over ke @bukabuku dan websitenya, bukabuku.com. @jualbukusastra membalas tweet saya beberapa hari setelah itu, tapi sayangnya saya sudah melakukan transaksi duluan di bukabuku.com.
Di website itu, buku ini dipatok harga Rp.29.750,-, yang telah didiskon 15% dari harga aslinya yaitu Rp.35.000,-. Ditambah dengan ngkirnya, buku ini berharga Rp.60.000. Pertama, melihatnya, saya tidak merasa apa-apa juga. Saya pikir, wajar saja kalau buku ini dipatok harga segitu. Malah, saya juga bersyukur.

Ditengah pemrosesan pesanan saya, ada sebuah kendala tak terduga, yaitu ternyata stoknya kosong, dan saya pun memutuskan untuk mengganti pesanan saya. Tapi, beberapa saat kemudian, saya mendapat sms kalau pesanan saya sudah ready, dan apakah saya ingin tetap atau ganti. Saya pun memutuskan untuk tetap, dan untuk membatalkan penggantian pesanan saya. Sebuah keputusan yang sekarang sangat saya syukuri saya ambil dan mulai berpikir kalau Tuhan ada ikut campur mengenai ini. Tapi yah, wallahu’alam kalau soal itu. (:

Pengiriman dilakukan pada hari Jum’at, dan selama Sabtu dan Minggu, saya khawatir. Sangat khawatir. Seperti, kekhawatiran seorang istri yang menunggu suaminya untuk pulang dengan selamat dari medan perang. Iya, sebegitu khawatirnyalah saya. Dan yang paling saya khawatirkan adalah kalau ‘suami’ saya itu tidak sampai dengan selamat.
Tapi ternyata, Alam mengelus dada saya. Ia seperti mengangkat bahu saya, ketika di hari Seninnya, pintu kamar kos saya diketuk, dan ibu kos saya, sambil memberikan sebuah bingkisan berwarna coklat dilapisi pastik sambil berkata, “ini ada paket buatmu, pin.” Leganya pun sampai sekarang masih membekas. (:

Buku ini adalah kumpulan wawancara yang dilakukan oleh Jaringan Islam Liberal (JIL), more specifically Ulil Abshar-Abdalla, Nong Darol Mahmada, Novriantoni dan Burhanuddin. Interviewer yang paling prominent disni adalah Ulil Abshar-Abdalla (@ulil), yang setelah saya google adalah koordinator di JIL dan sosok yang dilingkari kontroversi.
Buku ini terbagi dalam 9 bagian dan berisi pengalaman keagamaan dan pergulatan iman dari 29 tokoh. Wawancara di dalam buku ini dilakukan sepanjang tahun 2002-2005 dan isinya, like the title suggests, adalah kumpulan pergulatan iman yang dialami oleh berbagai tokoh dari beragam latar belakang. Saat membaca buku ini, pikiran saya benar-benar terbuka, dan beberapa hal di buku seperti menjadi sentilan bagi bangsa kita sekarang.

Tokoh yang benar-benar menarik perhatian saya adalah alm. Munir, seorang yang “pahlawan HAM kita yang kemudian 'dibungkam' selamanya” seperti yang tertulis di pengantar buku ini. Seperti yang tertulis di belakang buku ini, alm. Cak Munir –panggilannya di buku ini dan juga sehari-harinya– berpendapat bahwa “tidak ada alasan umat islam untuk tidak berpihak pada yang tertindas”, dan “masyarakat yang adil tidak mesti menuntut semua orang jadi islam, tapi bagaimana cita-cita Islam tentang keadilan dapat hidup dalam masyarakat".

Salah satu alasan utama buku ini bisa menambatkan jangkarnya secara langsung ketika saya telah melihatnya, adalah karena unsur sosial. Sejak saya masuk kuliah, entah kenapa saya jadi suka membicarakan masalah-masalah sosial, dan juga filsafat. Saya juga sangan enjoy dengan bidang satu itu. Saya sebut enjoy karena sisi saya yang curious selalu tergelitik, dan saya merasa nyaman dengan keadaan itu.
Overall, buku ini sangat informatif, dan juga benar-benar membuka pikiran. Rp.60.000,-- menurut saya sangat pantas dikorbankan untuk buku ini, dan saya benar-benar bersyukur telah melakukannya. (:

Buku ini sangat recommended sekali untuk kalangan awam, dengan harapan dari saya sendiri, buku ini bisa jadi pembuka pikiran untuk mereka. Selain itu, juga recommended untuk kalangan intelektual berpikiran terbuka, dan mereka yang suka dengan diskusi mengenai hal paling sensitif sekalipun, tanpa melibatkan emosi di dalamnya. (:

No comments: