The other day, kalo gak salah satu bulan yang lalu, aku
sedang berada di solaria, makan siang sambil ngobrol2 tentang banyak hal sama
teman sejurusanku. Kakak tingkat dia. (we’ll come back to that later. (;). Salah
satu penggalan conversation kita adalah sebagai berikut.
A: Nasionalisme Indonesia musiman. Setuju gak?
D: Setuju banget!!
A: Ya kan??! Muncullnya cumin pas ada sepak bola aja. Atau
hal2 besar yg berkaitan dengan kompetisi dan timnas. (<--- bagian ini
seharusnya aku bilang. (yah, SEHARUSNYA.))
D: Bener. Aku aja bilang ke temenku gini, “Eh, timnas basket
Indonesia menang lho kemarin.” Trus merekan gak peduli malahan.
Dan bla bla bla bla bla. Conversation itu berlanjut kea rah
yang benar2 melebar dari yang kukira.
So! Back to Nasionalism. Seperti yg kukutip di wiki,
Nasionalisme adalah
“Satu paham yang menciptakan dan
mempertahankan kedaulatan sebuah Negara dengan mewujudkan suatu konsep
identitas bersama untuk sekelompok manusia.”
Bagaimana kalo kita kupas satu per satu bagian dari
pengertian ini?
Pertama, kita belah. “Satu paham”, “menciptakan dan
mempertahankan kedaulatan sebuah Negara” dan “mewujudkan suatu konsep identitas
bersama untuk sekelompok manusia”. Kemudian, kita akan lihat, apakah Nasionalisme pemuda pemudi
Indonesia jaman sekarang masih ada, atau hanya sekedar hal yang musiman,
seperti musimm hujan atau musim rambutan?
Semua yang akan anda lihat dan baca BEYOND THIS POINT adakah purely
opinical. Artinya, ini hanya berdasar pada opini saya dan mungkin beberapa
opini dari orang2 yang saya percaya.
Untuk setiap bagian akan saya jelaskan dalam posting yang terpisah. Selain agar tidak ribet dan terlalu panjang, juga saya ras bagusnya seperti itu. Akan terlihat... "it seems neater", seperti Mr. Saito dari Inception bilang.
BAGIAN PERTAMA: “SATU
PAHAM”
BAGIAN KEDUA:
“MENCIPTAKAN DAN MEMPERTAHANKAN KEDAULATAN SEBUAH NEGARA”
BAGIAN KETIGA:
“MEWUJUDKAN SUATU KONSEP IDENTITAS BERSAMA UNTUK SEKELOMPOK MANUSIA”
No comments:
Post a Comment