1/16/2012

Anggur + Nanas

December 5th, 2011. 10.31pm.



lantunan lagu mengisi atmosfer kamarku. mungkin sudah sampai di menit ke 3 sekarang.
Do Re Mi, oleh Budi. yah, setiap malam, lagu ini mengisi kamarku. kadang kuatur untuk bermain berulang - ulang di laptop ini. sementara itu, aku akan berbaring. punggung memeluk lantai. tangan memeluk perut. mata memeluk langit2 kamar. dan trafik otak meningkat.

di luar, rintik masih belum berhenti. mungkin, sudah lebih deras daripada 2 jam yang lalu. sesaat setelah suara motor mio diluar hilang ditelan jarak dan malam.
kemudian, angin dingin menghembuskan nafasnya ke ubun2ku. oh ya. aku belum menutup pintu. aku pun menarik nafas yang dalam, dan menghembuskannya kembali perlahan sesaat kemudian.

selama beberapa menit, aku hanya menatap langit-langit putih itu. terkadang, tatapanku pindah ke lampu. kemudian, tatapanku menangkap dua ekor serangga.
laron. mereka berputar. mengelilingi lampu itu dengan ritme yang sama. tapi, arah mereka berbeda. yang satu, sesuai jarum jam. yang lainnya berlawanan.
aku pun menutup mataku.

2 tahun lalu...
"jadi, nanti kemana?"
"yaa antara dua itu aja sih."
"hm~"
"kenapa?"
"gak pa2." kataku, sambil tersenyum.
"gajelas." balasnya, seperti biasa.

aku pun membuka mataku lagi. terduduk, aku membuka kacamataku dan mengusap muka dengan kedua tangan. dalam benaman tangan itu, aku menghela nafas. kemudian, aku menengok ke arah meja. lantunan di laptop tidak lagi terdengar. yang ada, hanya layar hitam. tanpa tujuan yang jelas, aku menatap mejaku.
headphone, kamus, buku materi final, penggaris dan hal2 lain membaur menjadi suatu karya seni abstrak tidak berharga. tumpukan buku dan kertas di sudutnya lebih meninggi daripada sebelumnya. mataku pun menyangkut di tumpukan buku dan kertas itu. di puncaknya, sebuah amplop. di atas amplop itu, terukir kata dari tinta ungu.

aku pun mengambil amplop itu. huruf yang membentuk kata dari tinta ungu itu menangkap pandanganku.

"F A M A"
aku tersenyum. bukan karena maksud anagram itu, tapi karena anagram itu. kemudian, aku membuka amplop yang sudah terbuka sekali sejak aku menerimanya seminggu yang lalu. sekitar waktu yang sama sejak aku mulai sering mendengarkan lagu Budi.

aku mengeluarkan secarik kertas kecil.
"Aku lolos, sayang! ^^"
aku tak ingat dia pernah memakai dua karakter terakhir itu. mungkin, dia sudah tertular. aku pun kembali tersenyum.

selanjutnya, aku mengeluarkan sebuah lipatan kertas. ukuran A4. terlipat tiga.
"UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG" begitulah head surat itu. tulisan pertama yang aku tangkap ketika pertama membaca surat ini.
akhirnya, aku pun menyentuh kertas terakhir. sedikit agak lengket. aku pun mengeluarkannya.

latarnya ungu, just the way she likes it.
mukaku seperti spongebob, dengan perbedaan hanya pada kulit yang coklat dan kacamata. senyumku mungkin bukan yang paling lebar saat itu, tapi sepertinya itu adalah yang paling tulus. tangan kananku memegang dua buah tangan yang melingkar di leherku.
pemilik tangan itu 'cantik'. senyumnya jauh lebih tulus dariku. jilbab ungunya yang senada dengan bajunya terlihat sangat manis di dia.
wajahku dan wajahnya berdampingan.
seperti anggur dan nanas.
dengan si anggur sedikit miring, condong, ke arah si nanas.

setetes air jatuh di wajah wanita itu.

kemudian, aku pun membalik foto itu. sebuah rangkaian kata terukir di belakang foto terakhirku dengan dia.
juga dengan tinta ungu.

"Aku butuh penjelasanmu.
contact aku untuk ketemuan, sebelum 13 desember, midnight.
setelah itu..."

begitu saja.

kemudian, aku kembali berbaring. mataku menatap lampu itu lagi. kedua laron itu telah berhenti berputar. mereka berdua berada di sisi lain lampu itu. kemudian, salah satu laron itu mulai terbang pergi. menjauhi laron yang lainnya, sementara dia sama sekali tidak menengok ke belakang.

tidak menengok, karena dia yakin, dia tidak melihat masa depan bersama dengan yang di tinggalkannya di belakangnya.

tiba2, laron yang lainnya itu mulai terbang, mengikuti laron tadi. dia mempercepat terbangnya. mereka berdua pun melayang di udara kamarku sebentar, sebelum kemudian terbang pergi bersama.

berdampingan.
menuju masa depan yang hanya mereka yang menentukan.

tenggorokanku pun tercekat. beribu kata memenuhi pikiranku. satu kata dalam 1000 bentuk dan ukuran yang berbeda.
TIDAK!

aku pun merapikan kertas dan foto tadi, dan cepat2 memasukkannya kembali di amplop. dalam selang waktu 5 menit, aku sudah berganti baju, memakai jaket, dan berbau harum semerbak.

"Ce, sms aku nomor gate penerbangannya Mila! CEPET! GPL!" aku pun menekan tombol send.
beberapa detik kemudian, hpku bergetar. "14C." setelah sekali lagi memantapkan hati, aku pun bergegas ke luar kamar.

"Ma, aku ke bandara!" teriakku, tanpa peduli apakah akan ada balasan. sambil berjalan ke arah pintu, aku memakai sepatu, sementara mulut menggigit hp. kemudian, hpku bergetar berulang - ulang.

'Kartika' adalah nama pemanggil itu. nama pemilik motor mio itu.

"Halo?! Apaan, ce?" kataku cepat.
"Good luck ya, Al."
aku pun terhenti. nafasku terengah2. dadaku berdebar. bibirku tersenyum. "thanks ya." aku pun langsung menutup panggilan itu, dan menyalakan motor.

Tunggu aku ya, cadel.

No comments: