Di dunia ini ada dua orang tipe.
mereka yang memegang, melihat, menatap tiap tulisan di atas kertas untuk membuat imajinasi mereka menari-nari, kadang sampai menembus batas norma dan logika yang ada.
dan kemudian, ada mereka, yang menorehkan, mengukir, mengkoreografi setiap hurus, frase, konsonan dan vokal untuk bersatu menjadi sebuah tarian sastra yang tak terbendung, menyebarkan aroma imaginatif ke segala jenis kalangan yang menonton.
senjata terbaik orang pertama adalah 2 inderanya, dan 1 alat yang sama esensialnya degan detak jantung yang tateap membuatnya hidup. melalui 2 indera dan 1 alat ini, orang tersebut dicekoki kata2, frase2, yang kelihatannya tak beraturan tapi menyelimuti serangkaian kalimat yang mungkin lebih jauh lebih berharga dari batangan emas. logika tak berlaku. norma tak berbatas. orang ini bebas, untuk entah menerima rangkaian itu, atau memiliki rangkaiannya sendiri. semua hanya masalah persepsi saja.
senjata terbaik orang kedua sebenarnya sama saja. 2 indera dan 1 alat. tapi penggunaannya berbelok jauh dari yang orang pertama. dengan indera pertama, orang ini memakukan tatapan mereka di satu hal. melihat semua detil yang ada pada objek tatapannya. rambut. kepala. ekor. bahkan, yang tertutup dan tabu untuk dijadikan objek tatapan. ya, orang ini melihat itu semua. kemudian, dengan inderanya yang kedua, dia mengkoreografi konsonan, vokal dan tanda baca. mengatur itu semua, seperti sutradara dansa profesional dengan pengalaman bertahun-tahun. hasilnya, sebuah kumpulan maginasi yang sepertinya terlihat acak dan tak beraturan, tapi menutupi yang terkadang anak adam dan hawa pun sering lupa.
dan hanya ada satu perantara, medium, dimana kedua tipe orang ini bertemu. tak peduli ia dalam bentuk apa. mau itu kumpulan kertas terlem di punggungnya. mau itu suatu kumpulan angka 1 dan 0 serta meta data. semua akan menyebutnya dengan nama yang sama.
akankah ia bernasib sama, seperti prasasti-prasasti? terkubur di dalam tanah, termakan oleh waktu, dengan setiap isi dagingnya perlahan dimakan oleh alam di sekitarnya?
ia mungkin mati, tapi kehidupan terkemas dengan rapi di dalamnya.
bisakah kau menebk siapa ia?

No comments:
Post a Comment