5/10/2011

Untitled

Kayaknya, kejadian dua tahun lalu terjadi lagi. Perasaan yg sama, cuma lebih parah. Entahlah. Apakah ini karma yg dimaksud? Aku pun meragukan adanya hal2 seperti itu.

Haah... Udah dua kali. Dan aku melakukan kesalahan yg sama di dua kejadian itu. Bodoh... Seharusnya aku bisa menduga, kalo aku jatuh terlalu dalam, hal seperti ini pasti akan terjadi.

God... All this time... I've been the killer of myself...

Mungkin dia benar... Aku memang bodoh. Idiotic. Stupid. Dumbass. Fool. Semua itu membutakanku. Pandangan sama sekali tertutup. Dan aku hanya bisa memikirkannya. Perasaannya. Hatinya. Tanpa bisa melihat resiko yg ada. Bahaya yg mengancam.

Kesehatanku mulai terganggu. Di saat aku tak tau harus menjawab apa, pada pertanyaan2nya yg sensitif, tubuhkulah yg selalu bereaksi. Symptoms? Cold hands and feet. Uneasy feeling in the chest. Those were started to appear when i was still with ms. Y. Probably, pas itu gak separah yg sekarang. Walaupun aku diduain dan kemudian dicampakkan, pikiran childishku bisa terkalahkan oleh pikiranku yg sekarang sudah mulai dewasa. Dulu, aku hampir stress. Apalagi, melihat kemesraan mereka berdua. Aku memang childish sekali dulu. Semua itu kutanggapi dengan overreacting. Dan sepertinya, yg sekarang juga begitu. Berarti... Aku tidak pernah membuat kemajuan. Pikiranku tak pernah dewasa. Benarkah? Entahlah... Aku terlalu bingung.

Dan semua itu, terulang lagi sekarang. Hanya, sedikit berbeda. Yg ini, lebih lembut. Lebih halus. Tapi tetap saja. Ujung sebuah batu yg dihantamkan ke kepala seseorang akan selalu kasar, dan rasanya tak pernah enak. Dan akhirnya, dia berada di tangannya. Seharusnya, aku sudah mengira hal seperti ini. Kedekatannya memang tak kuragukan. Dia bisa membuatnya tertawa.

Aku? Hanya bisa mengecewakannya. Membuatnya menangis. Kenangan indah itu... Tidak mungkin bisa menghiburnya. Semua itu sudah lewat.

Penyesalan memang selalu datang terakhir.

Just a dream...

No comments: